oleh

Mulai 12 Agustus Ganjil Genap Di Berlakukan Lagi Di Jakarta

infobumi.com,Jakarta – Polda Metro Jaya meniadakan penyekatan PPKM di 100 titik mulai Rabu (12/8/2021). Sebagai gantinya, pengendalian mobilitas masyarakat saat PPKM level 4 dilakukan dengan sistem ganjil-genap.

“Mulai besok penyekatan di 100 titik akan kita hentikan dan kita ganti dengan 3 cara bertindak yang baru, terkait dengan pengendalian mobilitas,” kata Dirlantas Polda Metro Jaya Kombes Sambodo Purnomo Yogo, dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Selasa (10/8/2021).

Cara pertama adalah memberlakukan kembali ganjil-genap di 8 titik pukul 06.00-20.00 WIB. Aturan ganjil-genap kembali berlaku sesuai SK Kadishub 320 Tahun 2021 mulai 10 Agustus 2021.

Berikut ini titiknya:

1. Jalan Sudirman
2. Jalan MH Thamrin
3. Jalan Merdeka Barat

Baca Juga:  Eksplor Wisata Negeri Diatas Awan Citorek, Kabid Humas Polda Banten Ayo Wisata Sehat Dengan Prokes

4. Jalan Majapahit
5. Jalan Gajah Mada
6. Jalan Hayam Wuruk
7. Jalan Pintu Besar Selatan
8. Jalan Gatot Subroto

Cara kedua adalah dengan pengendalian mobilitas kawasan dengan sistem patroli selama 24 jam. Ada 20 titik yang akan dikendalikan dengan sistem patroli ini.

– Sepanjang Jalan Sudirman-Thamrin
– Sepanjang Jalan Sabang
– Sepanjang Jalan Bulungan
– Sepanjang Jalan Asia Afrika-Tanjakan  Ladogi
– Banjir Kanal Timur                                      – Kawasan Kota Tua
– Kawasan Kelapa Gading
– Jalan Kemang Raya
– Masjid Al Akbar Kemayoran
– Sunter
– Jatinegara

Baca Juga:  Tidak Ada Perayaan Malam Tahun Baru, Kapolda Banten Imbau Warga Berdoa di Rumah Saja dan Hindari Kerumunan

– Jalan Pintu 1 TMII

– PIK

– Pasar Tanah Abang

– Pasar Senen

– Jalan Raya Bogor

– Jalan Mayjen Sutoyo (Cawang PGC)

– Otista-Dewi Sartika

– Warung Buncit-Mampang Prapatan

– Ciledug Raya

Ketiga adalah pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas. Pengendalian ini akan bersifat situasional.

“Pengendalian mobilitas dengan sistem rekayasa lalu lintas dilaksanakan apabila terjadi kepadatan lalu lintas atau kerumunan masyarakat yang berpotensi menimbulkan pelanggaran protokol kesehatan,” pungkas Sambodo. (Red)

Komentar

Berita Terkait