oleh

Begini Suka Duka 6 Bhayangkara Polda Banten Saat Menjalan Misi Perdamaian Internasional di Sudan, Afrika

infobumi.com, Kota Serang – Polda Banten wajib berbangga karena enam bhayangkaranya mendapat kepercayaan untuk ikut ambil bagian dalam misi perdamaian dunia dibawah organisasi internasional Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) atau _United Nations (UN)_.

Kepolisian Negara Republik Indonesia mengirimkan 140 personel terbaiknya untuk ikut dalam misi perdamaian The United Nations – African Union Hybrid Operation (UNAMID) di Darfur, Sudan dalam Satuan Tugas (Satgas) Formed Police Unit (FPU) Garuda Bhayangkara II sejak 2 September 2020.

Dari 140 personel tersebut terpilih 8 personel asal Polda Banten terdiri dari 6 orang personil laki-laki dan 2 orang personil polisi wanita (Polwan).

“Satu perwira dari Ditsbhara Polda Banten adalah Ipda Yogi Haribowo, 5 personel lainnya dari Satuan Brimob Polda Banten yaitu Bripka Bayihaki, Bripka Ardiyansyah Dalimunthe, Brigpol Didi Yudha, Briptu Nana Mulyadan Briptu Aditya Darmawan,” jelas Shinto Silitonga.

Baca Juga:  Tingkatkan Partisipasi Pemilih, Dukcapil Lakukan Perekaman KTP-el di Lapas dan Rutan

Ke-6 bhayangkara Polda Banten tersebut terpilih dari ketatnya proses seleksi yang disyaratkan untuk dapat bergabung dalam penugasan internasional, karena tugas Satgas FPU Garuda Bhayangkara II di UNAMID cukup berat, tidak hanya melindungi personel dan fasilitas PBB, manajemen ketertiban umum, juga mendukung kegiatan operasi kepolisian di daerah misi. “Mereka bertugas di bidang berbeda, ada yang di _VVIP protection_, _patrol, escort, check point, riot control_, penjagaan kantor, tim kesehatan, staf administrasi, mekanik, dan tim manase,” jelas Ipda Yogi.

Sebagai duty officer, Ipda Yogi Hariwibowo sehari-harinya melaksanakan tugas untuk melindungi personel dan fasilitas PBB. “Senang sekali, karena kami dapat berinteraksi dengan polisi internasional dari berbagai negara,” kata Yogi. Namun dibalik itu, ke-6 bhayangkara Polda Banten juga merasakan kesulitan dalam berkomunikasi karena lemahnya jaringan seluler di daerah opeasi. “Kami kesulitan untuk berkomunikasi dengan keluarga di tanah air,” kata Bripka Bayihaki.

Baca Juga:  Dorong Sosialisasi Protokol Covid-19, Kemendagri Siapkan 27 Tim untuk Monitoring Daerah

Selain sinyal telepon, keterbatasan air bersih pun menjadi kedala yang harus diadaptasikan oleh personel dalam penugasan di Darfur, Sudan. Penggunaan air bersih harus efektif dan efisien, dibatasi sesuai prioritas kebutuhan. “Iklim yang ekstrem juga menjadi kendala, pada siang hari, suhu mencapai 45 derajat Celcius sedangkan untuk malam hari, 6 derajat Celcius serta bisa terjadi haboob (badai pasir),” ujar Ipda Yogi Hariwibowo saat dihubungi pada Senin (30/08).

Selanjutanya, personel pengiriman asal Polda Banten berharap bisa menyelesaikan misi perdamaian internasional sampai akhir dengan keadaan baik tidak kekurangan satu apapun dan bisa kembali ke tanah air.

Terakhir, Kabid Humas Polda Banten Akbp Shinto Silitonga berharap pasukan dari dapat kembali pasca penugasan dengan sehat dan selamat ke tanah air. “Polda Banten merasa bangga dan berterimakasih atas kinerja 6 bhayangkara terbaik kita ini. Semoga mereka dapat kembali dengan sehat dan tanpa kekurangan apapun,” tutup Shinto Silitonga.

Baca Juga:  Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Malaysia teken MoU tentang Demarkasi dan Survei Batas Internasional

(Red)

Komentar

Berita Terkait