oleh

BPBD Provinsi Banten Sosialisasi Sekolah Aman Bencana

infobumi.com Banten– Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Banten berkomitmen akan terus memperkuat sosialisasi kebencanaan di sekolah-sekolah yang ada di wilayah Provinsi Banten.

“Kami terus mengintensifkan dan memperkuat sosialisasi mengenai kebencanaan kepada generasi muda melalui kunjungan ke sekolah-sekolah,” kata Kepala Pelaksana Harian Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kalak Plt Kusmayadi di Pandeglang Banten, Selasa (29/10/2019).

Ia mengatakan, pihaknya baru saja melakukan kegiatan sosialisasi di Sekolah SMA Negeri 16  Kec. Sumur Kab. Pandeglang Banten. Koordinasi penyediaan logistik daerah rawan bencana dan pelatihan pasca kerugian bencana.

“Kegiatan ini dilakukan selama dua hari  pada tanggal 28-29 Oktober 2019 di lokasi tempat evakuasi Dungus Batang Desa Kerta Jaya Kec. Sumur Kab. Pandeglang Banten,” terangnya.

Baca Juga:  Dirjen Adwil Kemendagri Minta Pemda, Hingga RT/RW Siaga Banjir dan Longsor

Selain kegiatan sosialisasi tentang penanggulangan bencana, kata dia kami juga menyerahkan pohon, rambu-rambu tsunami, buku saku tentang  penanggulangan bencana untuk sekolah, serta penandatanganan MoU dengan RRI, RAPI oleh BPBD Provinsi Banten.

Sementara acara sosialisasi di sekolah dilakukan bersama BPBD Provinsi Banten dengan instruktur Giman, Kusnadi dan Darmidi staf BPBD Provinsi Banten di SMAN 16 Kec. Sumur, SDN Tungal Jaya, SD Rainan, dan SMPN 1 dan 3 Sumur Kab. Pandeglang Banten.

“Target kami seluruh sekolah. Hal ini sangat penting karena siswa sekolah diharapkan dapat meneruskan informasi yang diterimanya kepada lingkungan terdekatnya masing-masing,” kata Giman.

Untuk itu, sambungnya pihaknya terus mengintensifkan sosialisasi agar anak-anak sejak usia dini mendapatkan pemahaman terkait potensi ancaman bencana yang mungkin saja ada di sekitar mereka.

Baca Juga:  Mendagri ‘Sentil’ Kepala Daerah yang Belum Cairkan NPHD Pilkada 100 Persen

Giman juga berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi salah satu upaya penguatan budaya masyarakat tangguh bencana.

“Melalui upaya penguatan yang dilakukan diharapkan budaya tangguh bencana tersebut mampu terus hidup di dalam kehidupan bermasyarakat sejak usia dini,” pungkas Giman.Turut serta dalam acara tersebut dari Relawan Rapi, Rumah  Zakat, Harpa, Pramuka, MDMC, Bulan Sabit Merah, Satgas Penanggulangan Bencana, TRC dan seluruh pegawai BPBD Provinsi Banten,Pungkasnya.

Komentar

Berita Terkait