oleh

Status siaga Gunung merapi dan 59 Kali Gempa Guguran

Foto Letusan awan panas Gunung Merapi 9 november 2020. (BPPTKG)

infobumi.com-Pada jumat (20/11/2020) di lokasi Gunung Merapi, tim infobumi mendapat informasi dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG).

BPPTKG memberi pernyataan soal intensitas kegempaan Gunung Merapi yang terus meningkat yaitu terjadinya 59 kali gempa guguran, 45 gempa vulkanik dangkal dan 1 gempa tektonik yang terjadi pada jam 0.00-24.00 WIB.

Kawasan Klakah, Selo, Boyolali, Jawa tengah. Foto diambil oleh Aloysius gatot nugroho, Antara
Kawasan Klakah, Selo, Boyolali, Jawa tengah. Foto diambil oleh Aloysius gatot nugroho, Antara

BPPTKG juga menyampaikan status gunung merapi yang sudah level III dan siaga. Erupsi dari Gunung Merapi diperkirakan mencapai radius lima kilometer dari puncaknya.

Untuk memantau segala aktivitas penanganan erupsi Gunung Merapi, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah menyiagakan satu unit helikopter jenis Dauphin.

Baca Juga:  Mendagri Lantik Jajaran Sekretariat Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP)

“Kami dari BNPB akan menempatkan helikopter di sini, yang bisa mungkin nanti dimanfaatkan oleh Gubernur DI Yogyakarta dan Gubernur Jawa Tengah untuk memantau perkembangan Gunung Merapi,” kata Kepala BNPB Doni Monardo, yang dikutip dari Antara.

Penggunaan electronic distance measurements (EDM) juga diterapkan untuk mengukur laju deformasi gunung merapi, babadan sekitar 12cm/hari.

Dari Pos Pemantauan Gunung Merapi (PGM) terdengar suara guguran 9 kali, dan munculnya asap berwarna putih dengan intensitas tebalnya mencapai ketinggian 50 meter.

Masyarakat juga dihimbau untuk tidak mendaki ke puncak Gunung Merapi dan melalukan kegiatan wisata di KRB III.

Untuk mengantisipasi letusan Gunung Merapi yang bisa terjadi kapan saja. Pemerintah Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Kabupaten Magelang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah diminta untuk mempersiapkan segala sesuatu terkait dengan upaya mitigasi bencana akibat letusan Gunung Merapi.

Baca Juga:  Gempa Magnitudo 5,1 Guncang Buleleng Bali

 

Komentar

Berita Terkait