Kemendagri Imbau Tiap Daerah Miliki Budaya Inovatif

infobumi.com, Medan – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) melalui Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) mengimbau tiap daerah memiliki budaya inovatif. Hal ini disampaikan Kepala BSKDN Eko Prasetyanto Purnomo Putro saat membuka acara Sosialisasi dan Bimbingan Teknis Inovasi Daerah pada Daerah Kurang Inovatif dan Tidak Dapat Dinilai yang berlangsung di Medan, Rabu (16/3/2022).

Eko mengatakan, berdasarkan arahan Presiden Joko Widodo, upaya menumbuhkan budaya inovatif perlu diterapkan daerah di setiap program yang dilaksanakan. Pasalnya, dengan inovasi, peran Aparatur Sipil Negara (ASN) yang memuat core values BerAKHLAK dan bangga melayani bangsa dapat dirasakan secara nyata bagi rakyat Indonesia.

“Bapak Presiden telah memberikan penekanan, bagaimana inovasi tidak hanya menjadi pemikiran saja. Tidak hanya menjadi kewajiban saja, tapi juga menjadi budaya yang sudah melekat,” ucap Eko

Baca Juga:  Pendaftaran Bakal Calon Anggota KPU dan Bawaslu Akan Dibuka Perdana Pada 18 Oktober

Dirinya menjelaskan, budaya inovasi meniscayakan pembaruan kerja pelayanan publik menjadi lebih efektif dan efisien. Dengan budaya inovasi, biaya tinggi yang jamak dikeluarkan dalam pelayanan dapat dihemat, birokrasi dapat dipersingkat, dan kinerja pun akan meningkat.

Sebab itu, di hadapan perwakilan daerah yang mendapat penilaian Kurang Inovatif dan Tidak Dapat Dinilai pada Indeks Inovasi Daerah tahun 2021 lalu, Eko menyarankan untuk belajar pada daerah lain yang telah lebih dulu melakukan pembaruan.

“Walau hanya dengan metode amati, tiru, dan modifikasi (ATM) tapi ada pembaruan. Meniru program daerah lain yang baik itu lebih baik dari pada diam,” ucapnya.

Eko mengharapkan agar para peserta yang hadir dapat menjadikan acara tersebut sebagai ruang untuk bersinergi antardaerah. Dengan begitu, kendala dalam meningkatkan inovasi di masing-masing daerah dapat ditangani.

Baca Juga:  Ditjen Otda Kemendagri Kunjungi UPTD dan Fasilitasi Pembentukan OPD di Papua Selatan

“Mari Bapak dan Ibu, tugas-tugas ini kita jawab. Selagi kita punya kesempatan, kita optimalkan dan kita sebarluaskan. Sehingga pada tahun 2045 nanti, kita benar-benar memasuki Indonesia emas. Pada 100 tahun kemerdekaan kita, mungkin yang menikmati nanti adalah anak cucu kita. Tapi itu semua adalah buah dari kerja keras kita saat ini,” pungkas Eko.

Sebagai informasi, acara ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan peningkatan inovasi daerah yang diinisiasi Kemendagri. Setelah sebelumnya dilakukan di Surabaya, Medan menjadi kota selanjutnya yang dikunjungi BSKDN. Kegiatan ini akan berlanjut ke Jayapura, Ambon, Makassar, dan Yogyakarta.

Puspen Kemendagri

(Red)