Muhammad Rizal Komisi IX DPR RI Bersama BKKBN Edukasi Masyarakat Perum Legok Indah Cegah Stunting

infobumi.com, KABUPATEN TANGERANG, – Muhammad Rizal Anggota Komisi IX DPR RI menggandeng BKKBN Banten sosialisasi Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) program bangga kencana cegah stunting bersama masyarakat perumahan legok indah permai dan legok residenece kecamatan legok.

Kegiatan sosialisasi tersebut di gelar di rumah pertemuan Dian Mustika Kabupaten Tangerang. Kegiatan sosialisasi itu dihadiri dari berbagai elemen masyarakat, seperti tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua RTRW, generasi milenial, pemuda pemudi, ibu-ibu pengajian dan lainnya. Semua pesertanya pun sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut.

Hadir sebagai narasumber Direktur kesehatan reproduksi BKKBN Pusat Marianus Mau Kuru Kepala Perwakilan BKKBN Banten Rusman Effendi, dan kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi, beserta tim BKKBN Banten.

Dewan Muhammad Rizal mengatakan kegiatan sosialisasi ini dalam rangka mengedukasi masyarakat dengan memberikan ilmu tentang wawasan pencegahan stunting dan melakukan pola hidup yang sehat kepada masyarakat, agar generasi masa depan menjadi generasi yang kuat, hebat cerdas dan brilian.

Baca Juga:  Mendagri Luncurkan Aplikasi SI-BMN, Begini Fungsinya

“Kita terus melakukan intervensi upaya-upaya pencegahan stunting seperti kegiatan sosialisasi ini, Kita berharap angka stunting ini terus turun, sehingga kedepannya di wilayah masyarakat kita tidak ada stunting,” jelasnya, sabtu, (27/1/2024).

Dewan Rizal menyampaikan bahwa mencegah stunting ada beberapa faktor, pertama pola asuh anak harus benar, dan anak pun harus diberikan asupan gizi makanannya yang sesuai dengan umurnya.

“Target kedepan tahun 2045 Indonesia menjadi Generasi Emas, menjadi negara yang besar, negara yang hebat, kuat, sejahtera, maka dari itu kita harus mempersiapkan generasi penerus bangsa yang cerdas, hebat dan kuat,” terang Muhammad Rizal Politisi PAN asal daerah pemilihan Banten III, Tangerang Raya.

Dewan Rizal berharap semoga dengan gencarnya sosialisasi BKKBN ini menciptakan keluarga yang berkualitas dan kesehatan masyarakat kedepannya menjadi lebih baik. Ia pun meminta para peserta sosialisasi untuk menyampaikan ilmu informasi yang di dapat tentang sosialisasi BKKBN ini di lingkungan masyarakat.

“Semoga apa yang saya perjuangkan dan lakukan dapat bermanfaat untuk masyarakat, sehingga masyarakat kita semakin baik kesehatannya dan masyarakat kita bahagia dan sejahtera,”harapnya

Baca Juga:  Pada Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-25, Mendagri Minta Kebijakan Penangan Pandemi Paralel dan Simultan

Sementara itu Direktur kesehatan reproduksi BKKBN Pusat Marianus Mau Kuru mengatakan langkah-langkah sosialisasi seperti ini untuk melakukan percepatan penanganan stunting, untuk mencegah supaya tidak ada stunting baru, sehingga terciptanya zero stunting.

“Jadi penurunan dan pencegahan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Stunting mempengaruhi perkembangan otak sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal. Hal ini berisiko menurunkan produktivitas pada saat dewasa.” jelasnya

“Semoga kita bisa mencegah stunting baru, zero new stunting, yang sudah stunting kita perbaiki kualitas hidupnya, agar menjadi lebih baik,” ungkapnya

Ditempat yang sama Kepala Perwakilan BKKBN Banten Rusman Effendi mengatakan stunting itu adalah gagalnya pertumbuhan perkembangan anak balita di bawah umur 5 tahun. Karena adanya gangguan gizi kronis dan penyakit infeksi berulang (kronis), ditandai dengan tinggi badan yang kurang normal.

“Maka dari itu orang tua harus memberikan asupan gizi yang berprotein untuk anak Balitanya. Seperti telur rebus, daging, ikan, sayuran dan buah. agar anak-anak kita menjadi sehat dan cerdas.” Jelasnya

Baca Juga:  Podcast Bikin Bangga Indonesia Bakal Bahas Capaian Target Pembangunan Nasional

Kepala Dinas DPPKB Kabupaten Tangerang Hendra Tarmidzi mengatakan orang tua diminta perhatikan gizi seribu hari pertama anak, peran orang tua untuk mencegahnya, dengan memberikan ASI eksklusif dan imunisasi, Dan lakukan pemeriksaan rutin di puskesmas. Selain itu menggunakan akses sanitasi dan jaga kebersihan, serta aktip minum tablet tambah darah.

“sasaran penanggulangan stunting, yaitu Remaja putri/putra, Pengantin, Ibu hamil, Ibu menyusui, Anak balita sampai 5 tahun,” ujarnya

Sementara itu tokoh masyarakat setempat mengungkapkan rasa terimakasihnya dan mengapresiasi dewan Muhammad Rizal DPR RI fraksi PAN sosialisasi BKKBN seperti ini, sehingga masyarakat mengetahui betapa pentingnya mencegah stunting.

“dewan Muhammad Rizal ini baik sekali, kami bangga mempunyai dewan Muhammad Rizal, melalui beliau kami menyampaikan aspirasi masyarakat. Semoga beliau selalu sehat dan dapat terpilih kembali menjadi DPR RI,” ungkapnya.

(Red)

Komentar