oleh

Mendagri Tekankan 3M dan 3T Penanganan Covid-19 di Provinsi Jambi

infobumi.com,Jambi – Strategi yang bisa dilakukan dalam penanganan penularan Covid-19 oleh para ahli dunia fokus kepada dua strategi utama, yaitu strategi 3M dan 3T. 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, treatment). Hal tersebut disampaikan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian pada acara kegiatan Rakor Kesiapan Pilkada Serentak Tahun 2020 dan Pengarahan Kepada Satuan Tugas Covid-19 di Provinsi Jambi Bertempat di Ballroom Swissbell Hotel Jambi, Rabu (26/8/2020).

Ia menjelaskan lebih gamblang yang dimaksud dengan strategi utama penanganan 3M dan 3 T di hadapan para peserta Rakor tersebut diantaranya: Gubernur Jambi, Jajaran Forkopimda Provinsi Jambi, Ketua DPRD Prov Jambi, Kapolda Provinsi Jambi, Danrem 042 Garuda Putih,Kepala Kejaksaan Tinggi Prov Jambi, Ketua Pengadilan Tinggi Prov Jambi, Mewakili Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Jambi, Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Provinsi Jambi, Kepala BIN Daerah Provinsi Jambi, Ketua KPU Provinsi Jambi, Mewakili Ketua Bawaslu Provinsi Jambi, Anggota Bawaslu Provinsi Jambi ,Ibu Rofiqah Pebrianti, Dirjen Otonomi Daerah Kemendagri, Dirjen Politik dan Pemerintahan Umum Kemendagri, dan Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.

“Strategi 3M dan 3T, yang diterjemahkan ke dalam bahasa kita menjadi 3M dan 3T, yaitu membuat perilaku masyarakat patuh untuk memakai masker, rajin mencuci tangan dengan apapun yang bisa menghancurkan virus itu, baik dengan sabun yang mengandung eter atau hand sanitizer berbasis alkohol berbasis klorin, dll, yang ketiga adalah menjaga jarak”, ujarnya.

Lebih lanjut Ia juga jelaskan bahwa penularan virus Covid-19 itu melalui sistem pernapasan masuknya, itu melalui percikan droplet, batuk, bersin, bicara yang keras, kemudian semburan halus yang disebut dengan aerosol, kemudian airborne ini juga yang kadang-kadang menjadi media penularan, termasuk klaster-klaster di rumah, di kantor, di ruangan tertutup yang ada ber-AC.

Menurutnya penerapan 3M banyak salah kaprah dalam praktiknya dan harus benar-benar diperhatikan cara penerapan 3M tersebut secara benar. “Nah 3M ini, memakai masker, mencuci tangan, ini mencuci tangan banyak yang salah kaprah, mencuci tangan sering-sering itu betul, tapi sebetulnya secara teratur belum tentu juga, mencuci tangan setiap saat ketika memegang benda yang diduga pernah dipegang oleh orang lain, yang ketiga menjaga jarak,

Selain itu, Mendagri juga jelaskan apa yang dimaksud dengan 3T, yaitu melakukan testing yang masif dan agresif, kemudian ketika ketemu yang positif segera melakukan tracing, kontak-kontaknya siapa saja yang positif untuk dilakukan isolasi dan, serta melakukan treatment dengan baik dan saya sarankan ada rumah sakit covid khusus di tiap provinsi dan kabupaten/kota.

Mendagri Tito juga menyampaikan pengalaman dari setiap kunjungan ke berbagai daerah, komunikasi dengan berbagai Pemprov yang ada tidak mudah untuk terjadinya harmonisasi dan sinergi antara pemerintah daerah provinsi dan dan kabupaten/kota. Ia pun menuturkan pengalaman kunjungan sebelumnya di Provinsi Sumatera Barat.

“ Di padang saya diskusi dengan gubernur tadi dan tadi malam itu termasuk kompak mereka antara provinsi dan dan kabupaten/kota sehingga gerakan mereka serempak, maka Sumatera Barat itu termasuk daerah yang relatif bisa mengendalikan, ya ada 2 (dua) faktor saya kira yang menentukan keberhasilan pengendalian Covid-19 dari sisi pemerintahan, peran kepala daerah menjadi sangat penting, yaitu kemauan dan kemampuan. Nah kita berharap semua kepala daerah 548, baik provinsi maupun kabupaten/kota semua betul-betul memiliki kesungguhan dan keseriusan untuk menyelesaikan masalah ini dan kemudian mau belajar mengetahui apa itu Covid-19 dan caranya seperti apa termasuk dampak sosial ekonominya dan memiliki kapasitas fiskal anggaran daerah itu relatif mudah-mudahan akan baik”. Pungkasnya. (Hms/Red)

 

Komentar

Berita Terkait